Kamis, 03 November 2011

Belajar Cinta Dari Cicak

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana dia makan?
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya..aahhh!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Bersikap Apa Adanya


Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat, atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan. Bersikaplah apa adanya. Bila anda kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain. Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama, yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam kejujuran dan terus terang.
Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya. Mengapa ? karena ada detak kehidupan alam disana. Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. Anda bisa memilih untuk hidup apa adanya, dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi

Anda Tidaklah Sendiri


Kesepian anda bukan karena tiadanya orang di sekitar anda, namun karena tiadanya seseorang di hati anda. Anda dapat kehilangan saat-saat yang berharga. Yaitu ketika anda suatu saat merasa enggan untuk memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Saat mengulurkan pertolongan, tanpa sadar anda menjalin hati anda dan hati orang lain dengan dawai emas yang tak tampak. Dawai itu bernama persaudaraan. Semakin banyak anda menjalin dawai semakin jauh hati anda dari kesepian. Karena dawai-dawai itu akan mendentingkan nada nada yang memenuhi dan menghibur jiwa.

Bangkitlah dan tebarkan uluran tangan anda. Segaris senyum dan tatapan mata yang bersahabat cukup untuk membangunkan bahwa anda sama sekali tidak sendiri.

Cuma Cerita


Pada tulisan ini saya hanya ingin sedikit mengubah cara pandang sebagian orang yang mungkin tidak suka kepada orang yg ‘nakal’, contohnya: merokok,bertato!
Bagi sebagian orang, mereka memandang rendah orang2 yg seperti itu. Saya, juga merupakan perokok aktif, dan agak sedikit terganggu dengan perkataan,cacian,makian orang2 yg seperti itu. Menurut saya merokok bukan berarti nakal, bertato bukan berarti criminal, tp merokok ada sebuah kepuasan tersendiri di tengah masalah demi masalah yg kita hadapi setiap harinya. Rokok merupakan teman sejati yg selalu ada di saat kita susah, sedih, atau bahkan saat kita senang. Dan tattoo, orang yg bertato jg bkn berarti criminal, penjahat, atau apapun yg selama ini kalian kira. Jika anda menganggap orang bertato seperti itu, saya cumin bias bilang “anda terlalu byk menonton sinetron di tv” yg dimana setiap pemeran preman, selalu bertato. Saya menilai tattoo itu sebuah seni, seni yg akan selalu ada di dalam tubuh kita.
So, bagi para perokok atau kepada mereka yg terdapa tattoo di tubuhnya , saya cuman bisa bilang. “Terus menjadi diri sendiri, jgn pernah perdulikan apa kata orang diluar sana. Dan jangan pernah malu menjadi diri kalian sendiri, karena sesungguhnya kalian lebih terhormat karena  tidak hidup dalam berpura-pura dibanding mereka yg diluarnya terlihat begitu sempurna namun di dalamnya terdapat sejuta kebohongan”
Dan buat kalian yg tidak suka dengan perokok ataupun kpd orang yg bertato saya jg cuman bias bilang. “Sebelum kalian menilai, mencaci atau mencemooh kami, sebaiknya berkacalah dahulu, apakah kalian sudah menjadi orang yg sempurna? Karena menurut saya, tidak ada manusia yg sempurna di dunia ini. Maka dari itulah jgn pernah memandang rendah kami, seperti kata peribahasa: Jangan pernah melihat buku dari sampulnya, tetapi lihat isi di dalamnya ”
Mungkin ada yg tidak suka dgn posting-an saya ini, tetapi saya hanya mencoba menuangkan apa yg mengganjal di pikiran saya.
Thanks……
Deadline's Story © 2008. Free Blogspot Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute
This template is Edited and brought to you by : allblogtools.com Blogger Templates